Kamis, 19 Maret 2015

Lebih Destari ... :)

saat ku tenggelam dalam sendu
waktupun enggan untuk berlalu
ku berjanji tuk menutup pintu hatiku
entah untuk siapapun itu
semakin ku lihat masa lalu
semakin hatiku tak menentu
tetapi satu sinar terangi jiwaku
saat ku melihat senyummu
reff:
dan kau hadir merubah segalanya
menjadi lebih indah
kau bawa cintaku setinggi angkasa
membuatku merasa sempurna
dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
berdua denganmu selama-lamanya
kaulah yang terbaik untukku
kini ku ingin hentikan waktu
bila kau berada di dekatku

bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
kan ku petik satu untukmu
bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
kan ku petik satu untukmu
Adera

Rabu, 18 Maret 2015

Yang Terlewatkan - dari yang Tak pernah terlewatkan :)






Jogja Istimewa dalam 3 Kata


Edisi Kangen Jogja, Kenapa Jogjakarta itu “ngangenin”, Kenapa selalu ingin kembali ke Jogja, setiap orang pasti memiliki alasan yang berbeda-beda.
Setelah beberapa bulan ini saya tinggal di Solo, rasa kangen itu tiba-tiba datang. Rasa kangen yang tak terbendung lagi untuk kembali ke kota itu, Jogjakarta, memang selalu di hati. Ada beberapa alasan kenapa kangen itu hadir. (1) makanan, (2) tempat-tempat favorit, dan (3) tempat belajar.

(1) Makanan, entah kenapa tiba-tiba ingat ketika pergi ke angkringan sore-sore hanya untuk beli satu nasi kucing dan sate telur puyuh, sambil ngemil gorengan tempe, kadang aku suka mengambil dua nasi kucing, karena kalau mengambil satu saja berasa ada yang kurang. Tak lupa ditutup dengan es teh khas angkringan. Segar. Di beberapa tempat malah ada kopi jos dan es tape hijau, minuman itu mungkin lebih segar dari pada arak yang selalu diminum oleh Abu Nawas sebelum menulis puisi-puisi Arab. Yang kedua, Bakpia, wah rasa manisnya membuat hidup ini semakin manis.

(2) Tempat-tempat favorit. Cukup banyak mungkin yang harus dielaborasi, namun clue nya adalah pantai, bulevard Ugm, dan masjid Syuhada’. Pastinya Malioboro dan alun-alun kidul akan selalu di hati.

(3) Tempat Belajar, entah mengapa saya selalu kangen akan intelektual Jogja, karena semua sumber ilmu ada di sana, saya mulai mengenal jurnal-jurnal ilmiah JSTOR, Springer, Cambridge, dll di Jogjakarta. Buku-buku selalu baru. Di sanalah saya menemukan duniaku, ketika sepi mendera buku memang teman yang baik untuk membunuh sepi.
Namun kini, Solo adalah pijakanku, hatiku akan selalu mengingatmu Jogja, kenangan indah tertimbun di sana, Sejengkal dari Solo ada kota kecil yang menawan, Klaten, cerita nya akan menyusul karena Solo Klaten dan Jogja adalah Jalur Sutraku.

Surakarta, 18 Maret 2015

Selasa, 17 Maret 2015

Apa yang Saya Ingat .. ?

selamat Pagi sobat Blogger, dimanapun kalian berada semoga Rahmat Allah selalu menyertai, ketika saya melihat foto di atas, saya masih ingat masa-masa ketika harus menjalani Diklat Prajabatan Cpns Kemdikbud di Sawangan Depok Jawa Barat. Apa yang saya ingat ? Yang saya ingat adalah ketika saya secara random harus ditunjuk sebagai ketua Angkatan Prajab, hanya gara-gara badan saya yang besar dan wajah saya yang orang bilang tampak wise - bijaksana, padahal kenyataanya wajah saya adalah wajah boros, umur masih muda tapi wajah sudah seperti bapak-bapak beranak lima hahaha, fokus fokus mari kita kembali ke permasalahan, Apa yang saya ingat dari foto di atas adalah betapa susahnya melatih diri untuk berbicara di depan umum. Foto di atas bukanlah foto orang jualan kaos olah raga, melainkan foto bagaimana saya harus menjelaskan kaos tim yang akan dipakai oleh angkatan.

Ternayata saudara-saudara, berbicara di depan umum itu tidaklah sesuatu yang mudah, harus banyak berlatih, butuh jam terbang yang cukup tinggi. Bersyukurlah saya saat itu mendapat kesempatan untuk bisa berbicara di depan umum, khususnya para dosen dari seluruh Indonesia, karena peserta diklat adalah Cpns dosen dan tenaga kependidikan seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, gimana saya tidak minder? ketika pertama kali harus berbicara di depan umum soal pembuatan kaos tim. Ternyata, dalam hal ini yang dibutuhkan salah satunya adalah faktor Kenekatan, Setelah saya cek di KBBI kata "nekat" itu pakai huruf T bukan D, kata "kenekatan" berarti perbuatan nekat, Nekat sendiri memiliki empat komponen makna sebagai berikut:

(1) berkeras hati, dengan keras atau kuat kemauan
(2) terlalu berani (tidak berpikir panjang lagi)
(3) tidak mempedulikan apa-apa lagi
(4) tetap tidak mau mengalah, bersikeras, mengotot

dari komponen makna kata nekat di atas, saya sama sekali tidak mengajak untuk membudayakan budaya nekat ini kepada para pembaca blog, yg saya harapkan adalah, ketika kita dituntut seseorang untuk berbicara di depan umum, dimana kita masih malu-malu bahkan takut dg hal tersebut maka selayaknya kita perlu memanfaatkan komponen makna yang pertama dari kata Nekat yaitu Berkeras hati, dengan keras atau kuat kemauan, maka malu-malu itu akan pudar karena kuatnya kemauan. Selain itu komponen makna kedua (tidak berpikir panjang lagi) juga cukup ampuh untuk memberangus rasa takut kepada apa yang akan kita lakukan. dan komponen makna ketiga menyadarkan kita bahwa ketika kita berbicara di depan umum, anggaplah diri anda sendiri sedang berbicara, tidak mempedulikan apa apa lagi, terakhir bersikeraslah bahwa apa yang anda lakukan adalah benar, ketika anda benar, kenapa harus takut?
Dengan melihat komponen makna kata Nekat dalam KBBI, apa yang saya ingat ini adalah sebuah kenekatan yang menjadi tulisan sederhana dalam blog ini, Salam Nekat kawan-kawan semua.

Surakarta, 17 Maret 2015 :)

2 Menit Kemudian ... tiiiit ... tiiit .....

Bagi saya liburan itu adalah pisang goreng, entah mengapa diksi pisang goreng serasa tepat untuk menggambarkan apa makna dari liburan. Dalam ilmu bahasa, setiap satuan bahasa pasti tersusun dari dua lapis, lapis luar dan lapis dalam. Lapis luar identik dengan tataran gramatika dan lapis dalam condong kepada makna. Pisang goreng pun demikian, lapis luar pisang goreng yang begitu gurih dengan balutan tepung (agar tidak “bocor” kali ya hehehe) serasa nikmat dimakan pertama kali, saya selalu makan pisang goreng dengan cara memakan kulitnya dulu, pelan-pelan saya nikmati kulitnya yang masih hangat itu, baru kemudian masuk kepada buah pisangnya, saat itulah aroma pisang bercampur minyak goreng melebur menjadi satu dalam rasa, aduhai nikmatnya, inilah yang saya sebut sebagai “the real pisang goreng”. Semakin nikmat, ketika masih panas, sambil meniup-niup asap yang masih mengepul dalam belahan pisang goreng itu pun, sensasi makan pisang goreng akan didapatkan. 

2 menit kemudian setelah saya menyelesaikan makan pisang goreng, saya menyadari bahwa ternyata saat ini sudah tiba masa liburan (bagi saya pribadi tidak untuk yang lainnya hehe). Kata “libur” dalam kamus besar bahasa Indonesia, diartikan secara leksikal sebagai “bebas dari masuk sekolah dan kerja”. Hm apakah memang demikian? Apakah libur hanya untuk orang yang sekolah dan yang kerja? 2 menit kemudian, saya mencoba melihat kamus Sage, bagaimana kamus tersebut mengartikan kata ‘libur’ (holiday), pilihan kata yang diambil untuk mengartikan kata ‘libur’ dalam Sage adalah ‘leisure time’, yang berarti waktu luang. Secara lengkap kata ‘holiday’ diartikan dengan ‘a leisure time away from work devoted to rest or pleasure’. Dalam bahasa Arab, kata ‘libur’ sering disebut dengan ‘uthlah (عطلة), secara morfologis, kata tersebut berasal dari verba ‘a-tha-la (عطل) yang diartikan dengan ‘to break down’ atau ‘to leave without work’. Liburan, holiday, dan ‘uthlah, ketiganya memiliki kesamaan dari sisi ‘lepas dari pekerjaan’, yang membedakan adalah penekanan makna kata libur dalam KBBI berarti ‘bebas’, kata holiday berarti ‘leisure time’ – waktu luang, kata ‘uthlah dan ‘athala yang berarti meninggalkan pekerjaan.

Ah terlalu teoritis.. hehe bagaimana kalau liburan kita sebut saja sebagai pisang goreng ?? nikmat bukan ?? kita tinggalkan dulu semua teori di atas, kita tinggalkan dulu segala ikatan, kita lepas dulu semua keformalan yang ada, kita sikat dulu semua aturan, kita bebaskan dulu diri kita dalam waktu luang (leisure time) sambil makan pisang goreng hangat, dengan ditemani secangkir kopi atau teh panas, liburan (baca: pisang goreng) akan lebih manknyuus, 2 menit kemudian, ternyata saya sudah menghabiskan satu pisang goreng dan melupakan semua teori yang ada..

Selamat Berlibur, fa idza faraghta fanshab !!  

Malang, 25 Juni 2014

Jika Agama hanya Menjadi Simbol

Akhir-akhir ini, isu terorisme menjadi isu yang paling hangat di masyarakat. Terorisme sebagai momok yang menakutkan telah memakan banyak korban, baik secara materi maupun perasaan. Peledakan bom di beberapa tempat merupakan salah satu bentuk dari terorisme. Dan yang menjadi fenomena menarik adalah ketika tindakan tersebut dikaitkan dengan pemahaman keagamaan seseorang maupun kelompok. Pemahaman tersebut laksana pemantik api yang cukup kuat sehingga dapat membakar pikiran pelaku tindakan terorisme dengan menjadikan agama sebagai hujjah/alasan tunggal dan utama sebagai landasan perilakunya. Secara tidak langsung namun pasti hal ini telah merusak citra agama yang sejatinya lahir sebagai pembawa kedamaian di muka bumi. Agama tidak lagi menjadi santun, tepo sliro, dan menyejukkan hati ketika ia telah menjadi alasan untuk melakukan pengrusakan. Norma dan nilai dari sebuah agama akan hilang dan si pelaku bisa jadi merupakan orang yang tidak beragama lagi karena ia melupakan esensi dasar dari agama.

Pemahaman esensi dan substansi dari agama itulah yang sekarang menjadi sesuatu yang langka. Agama hanya dipahami sebagai sebuah simbol yang selalu diagung-agungkan. Agama diartikan sebagai sesuatu yang serba putih saja. Bahkan agama dianggap sebagai ajaran moral yang harus membunuh lawan-lawan yang berlainan agama dengan janji-janji manis kehidupan surga. Ajaran agama yang sering digunakan dalih untuk melakukan pengrusakan dan tindakan terorisme adalah ajaran “jihad” yang difahami secara harfiah tidak menyeluruh sampai kepada tataran makna. Jihad hanya sebatas pergulatan fisik di medan perang dengan membawa pedang. Padahal makna jihad sesungguhnya adalah usaha keras untuk mengalahkan nafsu yang selalu membawa manusia kepada perbuatan yang dilarang oleh agama. Apabila manusia sudah dapat menguasai nafsunya maka hati nuraninya akan selalu membimbing kepada kebaikan.


Agama hanya difahami dari bentuk luarnya namun nilai-nilai inti yang tersembunyi dari pesan agama tidak difahami dengan baik. Hal inilah yang menyebabkan seseorang pemeluk agama memberanikan diri untuk melakukan perilaku keji dengan dalih sebuah ajaran agama tertentu. Ia tidak menemukan hakikat kasih sayang dari ajaran agamanya. Padahal inti dari ajaran agama adalah bagaimana agar pemeluknya memandang setiap orang dengan pandangan penuh rasa kasih dan sayang. Sehingga kelak kehidupan yang harmoni bukanlah sebuah utopia belaka. 


Surakarta, 17 Maret 2015 - lagi senggang di kantor - memikirkan seseorang nan jauuh di sana :)



Siapa dia? Dia Perempuan ...

Perempuan adalah sedaging makhluq yang cukup lembut namun tak mudah untuk menjadikannya lembut seperti yang kita inginkan. Ia cantik, indah, dan gemulai. Ia membutuhkan perlindungan dan kasih sayang. Perempuan bukanlah semacam perhiasan yang indah sesaat, dibuang selamanya, namun ia adalah perhiasan abadi yang selalu melengkapi ke-macho-an, kejantanan, ketegasan, dan keperkasaan pria. Hanya pria-pria bodoh yang tidak mau dengan wanita, dan hanya pria-pria palsu yang berani menduakan hati dan kasihnya kepada perempuan-perempuan. Perempuan itu tangguh. Ia laksana matahari yang menyinari orang-orang yang ia sayang..aku merasakan hal itu, meski kadang aku jengkel dengan manjanya, nakalny, godaannya, cemburunya, namun lama-lama aku sadar ia tak sekedar indah namun tak tergantikan jika ia sudah masuk mata lalu turun ke hatiku..Perempuan di mataku turun ke hatiku..

Maka engkaulah perempuan itu, yang tercipta dari tulang rusukku

yang tempatnya paling dekat dengan jantung dan dekapku
yang wajib kusayangi sekaligus kulindungi,
yang diizinkan tuhan menemaniku sepanjang perjalanan
menuju rumah kebahagiaan yang siang-malam kita impikan

Perempuan ku,,,, demikianlah aku mencintaimu
seperti kemarin, seperti hari ini, seperti kapan saja di masa depan
hingga nafas tak lagi bertahan dan waktu tak berkenan


Surakarta, 17 maret 2015

Minggu, 09 Juni 2013

aku bukanlah guru...

aku bukanlah guru
karena aku hanyalah si dungu
aku bukalah guru
karena aku hanyalah si bisu
aku bukanlah guru
karena aku hanyalah seorang tuna rungu
aku bukanlah guru karena aku hanya tau warna biru dan ungu
aku bukanlah guru
karena suaraku tidak merdu
aku bukanlah guru
karena aku hanya tahu hari sabtu dan minggu
aku bukanlah guru
karena aku hanya tahu tanda seru
aku bukanlah guru.......
aku hanyalah aku.......
sedangkan guru adalah sosok yg selalu "digugu" lan "ditiru"

sekedar merapatkan barisan untuk menjadi sosok yang lebih baik MYA, Palur 21 Mei 2013, ditemani ILC di tv one

Semantik : Semangat Tanpa Titik !!

Berbicara makna dalam sebuah bahasa, memang tidak akan pernah ada habis-habisnya. Ya, makna memang selalu mendominasi bahasa dan kajian makna akhirnya menjadi hal penting dalam sebuah komunikasi. Oleh sebab itulah, studi tentang makna harus terus dikembangkan agar kajian makna tidak jalan di tempat alias stagnan (tidak berkembang). Leech, di dalam pengantar bukunya, menjelaskan bahwa kajian makna merupakan pusat dari kajian otak manusia, dengan segala hormat saya mengutip pendapat beliau yang menyatakan bahwa “Semantics is also at the centre of the study of human mind”. Proses berfikir, hasil kognitif, dan proses mengkonsepkan sesuatu, merupakan hal-hal yang berkaitan erat dengan aktifitas otak kita menyikapi sebuah “kata” dalam bahasa. Walhasil semantik (ilmu makna) menjadi tempat bermuara segala macam proses berfikir, dan segala macam bidang ilmu pengetahuan (sebut saja seperti: filsafat, psikologi, dan linguistik pastinya). Dengan segala hormat saya mengutip pendapat Leech lagi bahwa “Semantic has been THE MEETING PLACE of various cross-currents of thinking, and various disciplines of study”. Semantik telah menjadi tempat berkumpulnya varian arus pemikiran yang ada dan berbagai macam disiplin ilmu pengetahuan.

Buku yang ditulis oleh Leech ini wajib dikonsumsi oleh para pengagum ilmu makna. Konsep “meaning of meaning” yang menjadi pembeda antara semantik dengan pragmatik masih dibahas di awal buku. Selanjutnya Leech membahas konsep 7 macam makna dalam ilmu bahasa. Sebuah pertanyaan menarik dilontarkan oleh Leech dalam bukunya, is Semantic scientific? Apakah semantik merupakan ilmu pasti? Pembahasan Komponen Makna tidak akan pernah lepas dari semantik, Leech mengupasnya dalam buku tsb. Korelasi semantik dengan cabang linguistik lain juga dibahas, seperti korelasi semantik dengan ilmu perkamusan, sintaksis, dan pastinya pragmatik. Selamat membaca semoga bermanfaat, bisa didownload gratis pada alamat berikut. Bukunya berbentuk DJVU bukan PDF. http://libgen.org/get?nametype=orig&md5=98B96C2C02016C7B206C7A498C763B73

Minggu, 20 Januari 2013

Inilah sosok Gramatika Arab yang ada di Benak ku

belajar gramatika Arab itu serasa kenalan dengan karakter manusia yang berbeda-beda, sebut saja si-Ism alias nomina, ia tidak mau terikat dengan waktu, ia tidak mau mengingat-ingat masa lalu-nya, masa sekarang, dan masa depan-nya, ia sosok yang independen, berdiri sendiri, otonom yang selalu marfu', manshub, dan majrur, ia tidak pernah mati alias majzum. ia juga merupakan pribadi yang jelas - ma'rifah, meskipun kadang ia juga sedikit tertutup - nakirah karena terlalu umum dan luas dirinya itu.

Selanjutnya, ada si-Fi'l , sosok tegas, wibawa, dan penuh dengan kerja. dari namanya saja sudah serem, VERBAAA hahaha,,Ia selalu mempertimbangkan waktu atau kala yg melekat pada dirinya dengan tegas dan lugas, begitu juga soal gender, ia cukup tegas, verba maskula hanya untuk nomina maskula, dan verba femina hanya untuk nomina femina, ia sangat KONSISTEN, slogan yang ia miliki adalah "dunia ini akan hambar tanpa kerja", semakin banyak kita menguasai si-fi'l ini akan semakin banyak semangat kerja yg kita punya, etos kerja si-Fi'l ini cukup kuat, hal ini berbeda dengan si-charf (sebut saja ia partikel imut),


si charf merupakan sosok anak kecil yang manja, yang tidak bisa berdiri sendiri tanpa ada kawan-nya, ia tidak berarti tanpa orang lain, tapi meskipun demikian terkadang ia menjadi "mak comblang" kisah cinta antara si ism dan si fi'l dalam sebuah kalimat, kecil-kecil si charf ini cabe rawit, belajar darinya bahwa di dunia ini kita tidak bisa hidup sendirian, kita butuh kawan untuk hidup, belajarlah dari si charf :D

Minggu, 26 Agustus 2012

Sore itu......

Sore itu…
Hujan baru saja berhenti,
Bau tanah kering yang baru saja tersiram air hujan masih terasa,
Tawa riang bocah-bocah bermain di sekitar halaman begitu ramainya,
Serasa berada di surga kala sore tiba

Sore itu…
Aku berada di teras rumahmu,
Memandangimu dengan wajah mu yang lugu dan ayu,
Aku tak dapat berkata apa-apa lagi setelah tau sore itu seindah senyum kamu,


Sore itu…
Bahagia hati ini bisa duduk berdua dengan mu,
Karena memang hanya kamu yang dapat menenangkan hati ku,
Berdua kita duduk menikmati sore di depan teras rumahmu,
Kata orang-orang, teras rumah memang tempat yang mesra untuk berdua,
Berdua saja,, iya berdua saja,, tanpa ditemani kehampaan dan kesendirian,
Tanpa diiringi lagi nada-nada sumbang kegalauan dan kesedihan,
Aku akan terus berada di terasmu, sembari berbincang-bincang apa saja,
Sore itu… adalah cantikmu….
Aku sayang kamu sore yang cantik..


Ibnu Qirsy

Selasa, 21 Agustus 2012

Secangkir Kopi Buat Totok

Malam ini cukup terasa panas. Totok hanya berdiam sendiri di kamar kosnya. Waktu terus berputar seakan-akan jarum jam berdetik berlomba-lomba seiring dengan hembusan nafas manusia. Malam minggu alangkah enaknya jika anak muda seperti Totok dapat keluar kamar untuk sekedar menikmati udara malam dengan pujaan hati. Namun apalah daya, jangankan pujaan hati membayangkan sosok perempuan idaman saja sangat berat dilakukan oleh Totok. Selama ini ia hanya sibuk dengan laptop barunya di kamar. Berbagai macam buku-buku teori telah ia terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Ia asyik dengan pekerjaannya sebagai seorang penerjemah. Banyak sekali buku-buku yang sudah ia terbitkan sehingga dapat membantu para mahasiswa dalam proses belajarnya. Rutinitas itulah yang selama ini ia tekuni. Ia sangat berambisi untuk terus menjadikan tumpukan buku di kamarnya sebagai sang pujaan hati. Suatu malam ia menatap dengan tatapan kosong layar laptop yang sedang menyala. Ia tidak tahu apa yang harus ia tulis. Totok sebagai seorang manusia biasa mulai mengalami sebuah kejenuhan luar biasa dengan buku-buku yang ada di kamarnya. Setiap hari ia selalu mendengar suara manja mahkluk bernama perempuan dari kamar sebelah. Kadang ia tergoda dengan suara perempuan itu. Kadang ia malah menikmati suara manja itu. Ya benar suara itu hanya dimiliki oleh perempuan. Kamar sebelah itulah yang membuat Totok malam itu terasa kikuk. Kamar itu dihuni oleh seorang mahasiswa baru dari Jawa Barat. Mahasiswa itu pendiam, tidak banyak omong, namun suara perempuan dari dalam kamarnya cukup mengganggu Totok pada malam itu.


Hampa. Kesepian. Butuh teman. Mungkin itu yang ia rasakan sekarang. Laptop masih menyala. Lagu-lagu Nidji masih menemani Totok di kamar. Suara perempuan itu terdengar lagi. Canda tawa dari kamar sebelah terus terdengar dari kamarnya. Mereka lagi asyik dengan hewan peliharaan yang ada di depan kamar mahasiswa baru itu. Kadang Totok memaklumi karena ia adalah mahasiswa baru yang masih senang-senangnya menikmati mabuk cinta, tapi lama-lama Totok mulai terhantui oleh suara manja itu. Seakan-akan ia adalah hantu besar yang menggoda birahinya. Selama ini tidak ada perempuan yang berani mendekatinya. Totok pun mulai tergoda. Ia biarkan perasaanya malam itu melayang-layang sendiri. Ia terus dihantui oleh suara manja itu. Canda tawa kamar sebelah malah menjadi musibah bagi Totok. Akhirnya ia berbaring di atas kasur kamarnya yang mulai menipis karena sering dipakai. Lama-lama ia mulai mengantuk. Selang beberapa saat terdengar pintu kamarnya diketuk oleh seorang perempuan. Totok bangun. Ia membuka pintu kamarnya. Ia melihat wajah perempuan yang selama ini suara manjanya itu telah menghantui kamarnya. Ia melihat dengan mata kepalanya sendiri paras ayu wajahnya. Rambutnya yang panjang. Kulitnya yang putih. Badan tinggi semampai. Mata sipit oriental. Dan yang pasti suara manjanya itulah yang selama ini menakuti Totok. Kenapa harus menakuti? Apakah memang karena selama ini ia tidak pernah merasakan yang namanya jatuh cinta? Atau memang karena akhir-akhir ini Totok asyik sendiri dengan pekerjaanya di kamar. Rutinitas itulah yang ternyata menjadi akar sebab musabab kenapa ia jenuh dan bosan. Ia begitu menikmati indahnya malas dan manisnya egois. Ia jarang bertegur sapa dengan tetangga di samping kamarnya. Akhirnya malam minggu ini Totok bertemu dengan perempuan itu.


Secangkir kopi hangat diberikan perempuan manja itu kepada Totok. Dengan senyumnya yang manja dan menggoda kopi panas itu diberikan kepadanya agar Totok semangat dalam bekerjanya dan tidak ngantuk. Totok tidak dapat berkata-kata banyak. Ia masih terbuai dengan kecantikan dan manjanya perempuan itu. Ia terima secangkir kopi itu dengan ucapan terimakasih dan dengan wajah dingin. Hal itulah yang membuat perempuan itu tidak berlama-lama di depan kamar kos Totok. Ia segera kembali ke kamar cowoknya. Totok segera menutup pintu kamarnya lagi. Suasana kos jadi hening. Canda itu mulai pudar. Dan Totok hanya bisa memandangi secangkir kopi itu di kamarnya. Malam yang panas ini semakin panas dengan datangnya kopi itu. Ia tidak tahu kenapa ia tidak bisa ceria di depan perempuan yang telah berbaik hati memberinya secangkir kopi agar Totok tidak ngantuk dalam menerjemah buku-buku di kamarnya. Namun itulah yang ia rasakan malam itu. Entah Totok akan meminumnya atau hanya memandangi secangkir kopi itu. Kamar sebelah tak lagi ribut. Suasanya semakin sunyi. Totok hanya dapat merasakan secangkir kopi itu dari kejauhan namun paras ayu dan manja perempuan itu lebih panas dan manis dibandingkan dengan secangkir kopi di depannya. Perempuan itu memang bukan miliknya, namun perempuan itulah yang telah dimiliki oleh imajinasi Totok selama ini….

Ibnu qirsy

Yogyakarta, 5 Juni 2010 

Sabtu, 18 Agustus 2012

ATASONESIA


Penerjemahan sebagai sebuah proses dan produk telah mengantarkan manusia menuju zaman yang terang benderang dengan beragamnya ilmu pengetahuan. Ibarat orang yang membuka jendela di pagi hari, maka ia akan dapat merasakan hangat dan nikmatnya cahaya matahari pagi. Begitu pula dengan penerjemahan yang selama ini telah membuka ‘kejahilan’ manusia akan ilmu menuju ‘kemahiran’ dalam memahami dan mengamalkan ilmu pengetahuan. Sampai dengan zaman modern ini, penerjemahan sebagai sebuah proses dan produk telah membuka proses transfer ilmu pengetahuan dari varian bahasa sumber yang telah dimiliki oleh umat manusia.


ARABIC TRANSLATOR ASSOCIATION OF INDONESIA
(ATASONESIA)

Komunitas ini adalah wadah bagi para penerjemah Arab di Indonesia, baik bahasa Arab diposisikan sebagai bahasa sumber maupun bahasa Arab sebagai bahasa target. Wadah atau komunitas ini akan menampung pikiran-pikiran handal dan terkini para penerjemah Arab di Indonesia agar pembelajaran bahasa Arab di Indonesia semakin berkembang dengan pesat, karena tidak dapat dipungkiri untuk belajar bahasa asing kunci utamanya terletak pada proses penerjemahan bahasa Asing tersebut. Dengan demikian baik teori maupun praktik penerjemahan harus terus dikembangkan. Salah satu cara terbaik adalah dengan berkumpul, duduk bersama, sekedar wedangan juga tidak apa-apa untuk membincangkan proses dan produk terjemahan Arab. Semoga komunitas terjemah ini bisa menjadi wadah untuk menjadi wasilah sebuah usaha memajukan dan mencerdaskan bangsa. Salam Terjemah !! 

BY: TURJUMAN 2012

Minggu, 29 Juli 2012

Tesisku

ABSTRAC

This research is aimed to describe theme and rheme constructions in the headlines of daily newspapers that has been published in Egypt between the period of August 2011 until November 2011. It was the period before Egyptian doing their first parlement elections after the offensive of Hosni Mubarak’regime and tyranny. The objectives of study are Al-Ahram Daily Newspaper that had been published in Egypt since 1875. This work finds the grammatical units that applied in the headlines of Al-Ahram Daily Newspaper. Then, the majority of patterns were analyzed based on the information focus constructions, they are theme and rheme. At the end, theme of headlines will be analyzed based on the thematic progession patterns. The result of data analysis shows that the nominal sentence (jumlah ismiyyah) is the most dominant pattern in the headlines of Egyptian Newspapers. And the result of theme and rheme construction in the headlines shows that the function of theme in headlines is placed by the musnad ilaih constituen, but the function of rheme is placed initially by the musnad constituen. Finally, the thematic progession patterns can be found in the texts of Egyptian Newspapers, those patterns such as (1) the constant theme pattern, (2) the linear theme pattern, (3) the split rheme pattern, and (4) derived themes.  

Keywords: headlines, theme-rheme constructions, thematic progession patterns

terimakasih atas doa dan semangat kawans selama ini :D AFTER ALL WE ARE THE BEST

Selasa, 05 Juni 2012

5 in 1 (episode kedua) : sebuah cerbung pengisi jenuhku

Apa yang terjadi dengan Kuncoro? Tiba-tiba ia tak sadarkan diri ketika memegang pohon tua itu. Ia melihat sekelilingnya jauh berbeda dengan pemandangan awal sebelum ia memegang pohon tua itu. Di sampingnya, muncul Abidah dengan parasnya yang ayu dia menyapa Kuncoro, “kamu kenapa?, kenapa wajahmu memucat?” Kuncoro hanya diam saja, ia masih ling-lung tak sadarkan diri. Abidah duduk di sampingnya. Akhirnya ia bertemu dengan Kuncoro yang selama ini hanya dikenal lewat dunia maya..

Abidah adalah tipikal perempuan yang sabar, ulet, dan penyayang, sehingga ketika dia melihat Kuncoro ling lung, Abidah begitu iba dengan memasang mimik wajah manisnya. Kerudung manis dan modis menghiasi kepalanya. Selama ini hanya Abidah yang selalu menjaga diri ketika chat dengan Kuncoro, Danang, dan Heru. Ia begitu menjaga kata-katanya, santun tapi masih tetap bisa bercanda ria dengan teman-teman lawan jenisnya. Tiba-tiba Kuncoro bertanya, “kamu Abidah yah?” Abidah menjawab, “ia, kamu Kuncoro kan?” tanpa diduga Kuncoro menyadari bahwa di sampingnya ada Abidah. Namun efek memegang pohon tua itu sepertinya masih ada… Kuncoro pun cerita perihal pohon tua itu, Abidah menyimak dengan bijak. Wajah ayu-nya menambah simfoni cerita itu semakin indah mengalir, karena cerita Kuncoro sebenarnya tidak menarik dan terkesan fiktif. Namun semua itu menjadi kabur karena ke-ayu-an wajah Abidah.. lalu Abidah pun penasaran dengan cerita Kuncoro, sehingga dengan sedikit ragu-ragu dia mendekati pohon tua di taman kota itu, tanpa sadar ia memegangnya, dan Kuncoro tiba-tiba berteriak “Jangaaaaaaaaaaaaaaan Abidaaah!!!” namun apa dikata, semilir angin di taman menemani Abidah memegang pohon tua itu..(bersambung) 

Minggu, 22 April 2012

Sebuah Cerpen: 5 in 1 (five in one) Oleh: Madnusnis

Sebuah Cerpen: 5 in 1 (five in one)

Oleh: Madnusnis


Diceritakan bahwasannya ada lima orang remaja yang saling tidak pernah kenal dan hanya berhubungan melalui dunia maya. Lima orang remaja ini memiliki karakter yang berbeda-beda, sebut saja: Danang, Heru, Kuncoro, Aminah, dan Abidah. Kelima remaja ini saling kenal, bertegur sapa, akrab melalui dunia maya saja. Pada suatu hari kelima orang ini merencanakan sebuah pertemuan di sebuah tempat kecil di sudut kota. Tempat itu semacam kebun kecil,dulu difungsikan sebagai taman kota yang sudah tidak dipakai lagi, hanya ada satu kursi panjang dan sebuah pohon besar tua. Salah seorang pemuda itu, Kuncoro, datang ke tempat tersebut duluan. Ia sendirian di sana. Suasana kota masih cukup sepi. Ia hanya diam sambil menunggu. Kuncoro seorang pemuda penggila buku ini memiliki postur tubuh kurus dan pastinya dia pakai kaca mata karena hobi membacanya itu. Kuncoro menghampiri pohon tua besar itu. Ia memegang sedikit bagian pohon dengan penuh penasaran. Tanpa sadar tiba-tiba tangannya terasa dingin dan pandangan Kuncoro mulai kabur tak sadarkan diri. Akhirnya Kuncoro duduk di samping pohon, termenung sendiri..datang lah Abidah disampingnya… (bersambung) 

Senin, 16 April 2012

KOMUNITAS WEDANGAN TERJEMAH ARAB UNS 2012


Sebuah hal besar selalu dimulai dari hal kecil
BY: TURJUMAN 2012

Dalam kesempatan ini, terbesit dalam pikiran kecil saya untuk membangun sebuah komunitas kecil para pakar penerjemah arab atau para penggiat kegiatan tersebut, beserta para ilmuwan pemerhati ilmu terjemah dari berbagai macam bahasa. Komunitas ini sengaja mengambil tema ‘wedangan’ sebagai suatu kegiatan yang khas dilakukan oleh masyarakat Solo dan sekitarnya, dimana dalam wedangan tersebut terdapat kumpul-kumpul guyub rukun dengan para karib saudara dengan ditemani minuman hangat yang nikmat baik itu teh manis, kopi panas, atau wedang jahe. Semuanya tersedia di acara wedangan tersebut.
Senada dengan hal tersebut di atas, maka saya ingin menggagas sebuah komunitas wedangan terjemah Arab dimana di dalamnya nanti terdapat sebuah minuman enak khas terjemah arab seperti (1) studi kritis terjemahan sebagai sebuah teori, produk, dan proses, (2) telaah karakteristik terjemah novel Arab dari para sastrawan Arab kontemporer, (3) telaah karakteristik terjemah puisi Arab baik kontemporer maupun klasik, bahkan mencermati terjemah berita-berita kecil di koran. Selain itu komunitas wedangan terjemah tersebut juga dilengkapi dengan minuman terjemah lagu-lagu Arab baik yang Amiyyah Mesir, Yaman, Saudi, atau Libya, semua tersaji hangat di komunitas tersebut. Tidak lupa kami sajikan menu buat anak-anak yaitu minuman terjemah Arab rasa antologi puisi Arab untuk anak-anak dan cerita bergambar anak-anak. Hal ini sangat perlu diperhatikan karena di negara ini, khususnya, anak-anak sangat haus dengan cerita-cerita masa mereka yang dapat meningkatkan daya imajinasi kreatif progresif bagi anak-anak. Semoga komunitas ‘wedangan’ terjemah Arab ini bisa menjadi pionir handal dalam mentrasfer ilmu-ilmu dengan bahasa sumber Arab kepada bahasa target Indonesia atau sebaliknya. Perlu diingat sekali lagi bahwa hal besar itu selalu bermula dari hal yang kecil yang fundamental, yang dasar dan yang asasi, oleh sebab itu lah perlu kiranya kita merenungkan guyonan segar dari penyair Iqbal bahwa “Kembangkanlah kemampuanmu setinggi mungkin sehingga Tuhan pun akan berkonsultasi dulu denganmu sebelum menentukan takdir-Nya untukmu”. Salam terjemah!!

Sebuah Cerpen untuk Imaba Ugm

أنا فى انتظارك.....

(تحت الكتابة : ابن قرش)

تثاءب النادل عثمان طويلا و هو يزيح الغطاء عن جسده بعد نومه. و جلس فى الفراش معتمدا بذراعيه على ساقيه ، و أخذ يفكر ما وقع بالأمس فى المحطّة. التقى النادل بشيخ عجوز وسط المحطة و هو يلبس لباس الأبيض المرهَق. و كان النادل لم يلتقى به من قبل. فجأةً قرّب الشيخ العجوز النادلَ و هو فى أثناء انتظار الحافلة راكبا إلى مكان العمل. لقد شغل النادل فى المطعم أهل القبطيّ سنوات ولكنه لم ينال أجرة كبيرة من عمله. ثم سأل الشيخ إليه بصوت هدوء:
-         ماذا تنتظر هنا يا شباب ؟
التفتَ النادلُ نحوه باهتمام قائلا :
-         خيرا.. أنتظر الحافلة لذهاب إلى مكان العمل يا شيخ الكريم .
-         فماذا تـــؤجّــــل فى هذه الحياة القصيرة يا نصير !
فصار النادلُ يفكّر و تجلت فى عينيه نظرة فارغة من كل معنى ثم أجاب سوءال الشيخ العجوز :
-         لستُ أدرى يا شيخ ما الذى أنتظر فى حياتى ، كنتُ أشتغل طول حياتى فى المطعم لأهل القبطيّ. لا غير. و كنتُ مملا جدا بهذه الحياة.
ضحك الشيخ العجوز ثم قال و سأل :
-         حياة غريبة .. وانت واقف كذا ليـــــه ؟؟ هل هناك السعادة و الفرح فى حياتك يا فنديـــــــم ؟
-         كلاّ ..
-         هل تعرف أنت بأن هذه المحطّة كمثل الدنيا نعيش فيها الآن ؟ هذه المحطة هي مكان للإنتظار الحافلة و أما الدنيا ؟ للإنتظار أيه يا فنديــــــــم ؟ الدنيا للإنتظار "قرار" يا فنديــــــــم ..
-         بتقصد أيه يا شيخ ؟ قصدك  ؟ أيه بالضبط ؟
-         خذ الحكاية إيـــــــــــزي يا فنديـــــــــم ! نحن الآن فى حالة الإنتظار .. كل الناس فى هذه الدنيا ينتظر مجيءَ القرار من خالق و ملك الحياة .. و كأن "القرار" يقول لنا : "انتظرنى فى هذه الدنيا بالعمل و العبادة" ..
-         أيوه بمعرفتك يا شيخ .. إن الحياة هي المحطة ، كلنا ننتظر فيها بالصبر فى العمل و العبادة . لا حياة في الدنيا تدوم..
-         كلام زين يا زين الزين .. كلنا منتظرون .. كلنا عابدون .. كلنا عاملون فى الدنيا .. يا فنديــــم .. ليست غايتنا السعادة و الفرح ، كلا هما نسيم لطيف فى الحياة ، أمّا الحــــــزن هو العاصفة المطرية فى الحياة . لا تخف بالحزن ! سوف يأتيك نسيم السعادة و الفرح بعد عاصفة الحزن .. إصبر و رابط برحمة الله يا نصير !
بين حين و حين أتت الحافلة أمام النادل و الشيخ الكريم. لقد انتهت المحادثة القصيرة بينهما .  ثم ركب النادل الحافلة راكبا إلى مكان العمل و كان الشيخ ما زال يقف فى المحطة . دائما هو يتبسم و معه دخان يشربه نعيما و فرحانا .

كان النادل عثمان ما زال يفكر طول اليوم ما المرد بلقائه مع الشيخ العجوز فى المحطة بالأمس. و كان يتسائل فى ذهنه لماذا الناس ينتظر و ينتظر ؟ هل الناس مخلوق لأجل الإنتظار. متى سوف يأتى نسيم السعادة الحقيقية البقائية ؟ يقول فى ذهن النادل "أنتظرك يا شيخ ! أنتظرك يا نسيم السعادة الأبدية الأزلية ! أنا فى انتظارك يا ملك الحياة يا رحمان يا رحيم .... السعادة الأزلية هي اللقاء بربنّا الجليل ...
(Karanggayam 12 April 2012)
******

Senin, 20 Februari 2012

Galau Bangsaku Galau Bahasaku

setelah saya cek di KBBI terbitan balai Pustaka, kata "galau" atau "bergalau" berarti sibuk beramai-ramai; sangat ramai; berkacau (tak keruan); misal: di sana-sini terdengar bisik desus galau; galau pikiran dan pendapatnya, berkacau tak keruan; galau anak-anak di depan sekolah, beramai-ramai.


Headline tempo hari ini adalah "Galau Jenderal karena Shinta" dalam berita tersebut ditulis Keluarga para jenderal itu benar-benar galau. Mereka ada yang bicaranya terbata-bata, ada yang marah-marah bahkan ada yang menangis saat meminta sang perwira buka mulut perihal jenderal yang dimaksud Shinta. Kata galau dalam kalimat tersebut benar-benar telah menjelaskan betapa kacaunya, betapa ramainya, keadaan keluarga sang jenderal karena shinta.


Bahasa sebagai bagian dari sebuah budaya yang terus berkembang memunculkan kata "Galau" di tengah-tengah masyarakat Indonesia di milenium 2012. sebelumnya kata tersebut jarang terdengar di masyarakat, Namun akhir2 ini kata tersebut mulai menunjukkan eksistensinya. entah sampai kapan kata Galau akan terus bertahan, semoga ini bukan pertanda kalau bangsa ini memang sedang dilanda kegalauan yang sangat...Wa'Allahu A'lam

Minggu, 19 Februari 2012

Nil River: A Journey in The Ramadhan Night

Mungkin inilah malam terindah dalam hidupku, saat dimana aku bisa menatap langsung sungai yang menjadi kebanggaan dunia sebagai sungai terpanjang. Decak kagum dan takjub menggema dalam diriku. Aku hanya bisa bersyukur dengan nikmat ini, ternyata aku masih diberi kesempatan untuk menyeberangi benua Afrika yang selama ini aku anggap sebagai benua paling hitam di dunia. Sungai nil merupakan sungai terindah yang pernah aku lihat. Keindahan panoramanya di malam hari cukup menawan. Pantulan cahaya lampu di sekitar sungai tersebut menambah anggun panoramanya. Muda-mudi kota Kairo berjalan berduaan di pinggiran trotoar sungai tersebut. Asap rokok para lelaki yang sedang memancing di sungai tersebut mengepul bak kereta api tempo dulu. Hiruk pikuk malam di jembatan sungai nil dipenuhi oleh mobil-mobil yang rata-rata berbentuk sedan. Aku terkesan dengan pemandangan dan suasana ini.

Malam itu kebetulan adalah malam di bulan Ramadhan. Ada acara pentas seni yang sedang diselenggarakan oleh para mahasiswa Indonesia di Mesir. Detik demi detik aku lalui, tiba-tiba sejenak aku merasa jenuh dengan acara mahasiswa Indonesia di gedung Opera, semacam gedung kesenian di Mesir. Maka aku putuskan untuk jalan-jalan sendiri saja, mumpung di luar negeri aku tidak mau terjebak dalam kejenuhan. Akhirnya aku keluar dari area tersebut, melintasi taman-taman di sekitar gedung Opera. Setelah sampai luar gedung, aku selalu mampir ke tempat favorit ku di Mesir, BAQOLAH, semacam kios yang menjual minuman dan makanan-makanan kecil. Bak musafir yang berada di tengah gurun pasir tandus aku menghampiri tempat tersebut. Aku selalu menghabiskan uang Pounds (LE) ku disana untuk sekedar membeli minuman dingin atau cemilan. Cemilan semacam roti manis kecil namanya Molto. Aku senang sekali dengan legitnya roti tersebut. Harganya sekitar 1 atau 2 LE. Aku beli minuman dingin rasa buah dulu plus air mineral botol merk Dasani, karena malam bulan puasa bawaannya haus dan huaauus (sebagai bentuk ta'kid dari keadaaan tsb hehehe). Lalu aku berjalan menyusuri jalan di sekitar area tersebut. Jalan yang ramai memecah hitam kelamnya malam. Tanpa kusadari setelah aku jalan beberapa meter dari Opera aku menemukan sungai Nil, sungai yang selama ini aku hanya tahu dari pelajaran buku-buku berbahasa Arab sebagai athwalu nahrin fil alam (sungai terpanjang di dunia).  

Sungai Nil (bahasa Arab: النيل an-nīl atau bahasa Mesir/Koptik iteru ), di Afrika, adalah satu dari dua sungai terpanjang di Bumi. Sungai Nil mengalir sepanjang 6.650 km atau 4.132 mil dan membelah tak kurang dari sembilan negara yaitu : Ethiopia, Zaire, Kenya, Uganda, Tanzania, Rwanda, Burundi, Sudan, dan tentu saja Mesir. Karena sungai Nil mempunyai sama artinya dalan sejarah bangsa Mesir (terutama Mesir kuno) maka sungai Nil identik dengan Mesir. Sungai Nil mempunyai peranan sangat penting dalam peradaban, kehidupan dan sejarah bangsa Mesir sejak ribuan tahun yang lalu. Salah satu sumbangan dari sungai Nil adalah kemampuannya dalam menghasilkan tanah subur sebagai hasil sedimentasi di sepanjang daerah aliran sungainya. Tanah yang subur ini memungkinkan penduduk Mesir mengembangkan pertanian dan peradaban sejak ribuan tahun yang lalu. Setelah beberapa bulan aku tinggal di Mesir akhirnya aku sadar bahwa ada sebuah mitos di sungai nil yang indah ini. Mitos yang saya fahami adalah sebuah cerita tentang asal-usul semesta alam atau suatu bangsa yang mengandung hal-hal yang ajaib. Lalu apa cerita ajaib yang ada di sungai ini? Ternyata mitos menyatakan bahwa barang siapa yang berhasil minum air di sungai nil maka ia akan dijanjikan oleh mitos ini untuk kembali ke Mesir untuk yang kesekian kalinya. Pembaca boleh percaya boleh tidak dengan mitos ini, namun yang perlu diingat kebenaran dari mitos ini sifatnya adalah personal. Jadi mitos ini memang muncul setelah beberapa individu melakukan hal tersebut dan ternyata janji untuk kembali ke negeri 1000 parabola ini memang benar-benar terjadi. Mengenai teknis bagaimana cara minum air sungai tersebut kiranya tidak perlu kita bahas dalam forum ini. Yang jelas kita perlu dan harus mengetahui mitos-mitos negara lain walaupun kita sebenarnya masih berada di negara kita sendiri. Kita tetap harus berani Open Minded dan selalu Think Globally and Act Locally.. Mungkin seperti itu,,cerita tentang sungai ini kita akhiri saja dengan doa kafaratul majlisul kitabati blog :) indaaaah terimakasih Bijaksana!